Senin, 06 April 2020

Catatan Perjalanan Penelitian Tahun Pertama PDUPT ke Situs Gunung Padang Cianjur


Tahun 2019, Tim Peneliti PDUPT (Dirjen Dikti) dari Prodi DKV Universitas Indraprasta PGRI, yang terdiri dari Winny Gunarti WW, Wulandari, dan Syahid, memulai rangkaian perjalanan penelitian ke Situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang buku foto dan mempublikasikan hasil penelitian ke jurnal nasional maupun internasional. Buku foto dalam penelitian ini dirancang menggunakan tiga genre fotografi, yaitu genre still life, landscape, dan story. Melalui karya fotografi, Tim Peneliti berupaya memvisualisasikan pesan budaya sebagai bentuk kreativitas dan partisipasi melestarikan peninggalan sejarah situs di Zaman Megalitikum. Karya seni foto pada dasarnya memiliki potensi untuk menghadirkan “kisah” di balik objek foto dan mampu mengajak pembacanya berinteraksi

https://www.youtube.com/watch?v=T6m6lSZ3ZMI&t=3s


Berikut adalah catatan perjalanan penelitian kami selama bulan April-September 2019:  
1. Tim Peneliti mengikuti kegiatan Photo Book Workshop yang diselenggarakan oleh JIPFest bersama Teun van der Heijden dan Sandra van der Doelen, tanggal 28 Juni-2 Juli. Dummy buku foto tersebut kemudian dipamerkan pada Jakarta International Photo Festival (JIPFest), sebuah kegiatan tahunan fotografi internasional hasil kerjasama PannaFoto Institute, Yayasan Tifa,   World Press Photo dan Cohive. JIPFest tahun 2019 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, berlangsung dari tanggal 25 Juni-9 Juli dengan tema “Identitas”.

2. Tim Peneliti berhasil mewawancari kurator Louise Wolthers di Hasselblad Foundation, Swedia, dan memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Hasselblad Library, serta menyerahkan Buku Foto “Still Life at Gunung Padang Site” untuk menjadi bagian dari koleksi buku foto di perpustakaan tersebut. Hasselblad Foundation yang beralamat di Ekmansgatan 8 SE 412 56 Göteborg, Sweden, adalah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang publikasi, penelitian, dan penghargaan terhadap karya-karya fotografi. Yayasan Erna dan Victor Hasselblad didirikan pada tahun 1979 dengan tujuan mempromosikan penelitian dan pengajaran akademik dalam ilmu alam serta fotografi.

3. Tim Peneliti mengunjungi Fotografiska, untuk melihat pameran dari fotografer Vincent Peters, Scarlett Hoof Graafland, Mandy Barker, James Nachtwey, dan Refik Anadol. Saat itu, kebetulan sedang ada  koleksi "Memoria" James Nachtwey, jurnalis fotografer Amerika Serikat yang karya-karyanya selalu ditunggu mata dunia. Fotografiska adalah tempat pertemuan fotografi internasional. Museum ini secara rutin menyelenggarakan pameran. Ruang pameran seluas 2.500 meter persegi, dan menampilkan empat pameran besar per tahun, dan sekitar 15-20 pameran kecil. Fotografiska dibuka pertama kali tahun 2010 dan menjadi tempat atraksi fotografika yang populer. Setiap tahunnya, museum fotografi ini dikunjungi oleh lebih dari 500.000 pengunjung mancanegara. Fotografiska, The Museum of Photography  beralamat di Stadsgardshamnen 22, Stockholm.

4. Observasi berikutnya, Tim Peneliti mengunjungi The Röhsska Museum, Museum of Design and Craft yang berlokasi di Vasagatan 37-39,Göteborg, Sweden. Museum ini menampilkan sejarah desain antara tahun 1800-2010, melalui contoh-contoh desain dan kriya pada masanya, mulai dari furnitur, fesyen, poster, tekstil, keramik, penjilid buku, potongan kayu Jepang, dan desain industri. Museum Röhsska adalah satu-satunya museum di Swedia yang berspesialisasi dalam desain dan kerajinan sejak 1916, mulai dari desain kontemporer hingga keramik Cina berumur beberapa ribu tahun. Benda-benda dalam koleksi museum bercerita tentang kreativitas, ekspresi, gaya, mode, dan cita-cita artistik selama era yang berbeda.

5. Selanjutnya, Tim Peneliti mengikuti kegiatan diskudi buku foto “Still Life at Gunung Padang Site”di Gueari Galeri. Diskusi buku foto Situs Gunung Padang dibawakan oleh Wulandari pada tanggal 30 Agustus 2019, sebagai hasil dari Workshop di JIPFest beberapa waktu lalu. Gueari Galeri adalah komunitas fotografi yang diprakarsai oleh Andi Ari Setiadi. Galeri ini berlokasi di komplek kios Pasar Modern Santa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Gueari Galeri tidak hanya memamerkan berbagai koleksi buku foto dari karya fotografer nasional maupun internasional, tetapi juga sering menggelar kegiatan diskusi dan sebagai penerbit.  

6. Tim Peneliti telah berhasil mempublikasikan hasil penelitian tahun pertama ini ke sejumlah jurnal nasional dan internasional, yaitu:
Journal of Arts and Humanities (ISSN 2167-9045-print, ISSN 2167-9053-Online), Vol. 8 No 10, October 2019, https://www.theartsjournal.org/index.php/site/article/view/1753
Jurnal Mudra, Jurnal Seni dan Budaya, Vol 34 No. 3, September 2019, Terakreditasi SINTA 2 https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/mudra/article/view/689
Jurnal Antropologi (Jantro): Isu-Isu Sosial Budaya, Vol 21 No. 2,  Desember 2019, Terakreditasi SINTA 2 , http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro
Jurnal Muara: Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, Vol. 3 No. 1, April 2019, Terakreditasi SINTA 4, http://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/view/3451
 IJASTE – International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Vol.3 No.2 December 2019, Terakreditasi SINTA 3 http://ojs.pnb.ac.id/index.php/IJASTE/article/view/1459


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makna Pandangan atau Tatapan (The Gaze) dalam Budaya Visual

Pernah dilihatin orang nggak?  Terus kita suka bilang, "Apaan lu lihat-lihat?" Gitu, kan? Jangan keliru berucap. Yakin dia se...